Pilar CTPM: 4 Langkah TERUJI Menghasilkan Uang Dari Blog (Dengan Benar Sejak Awal)

Menghasilkan uang dari blog saat ini bukan lagi sesuatu yang aneh untuk dilakukan. Blog bukan lagi sekedar ruang personal semata. Blog adalah media baru dan unik yang menawarkan berbagai peluang eksplorasi dan potensi mendulang uang melalui internet.

Sayangnya, informasi tentang bagaimana cara yang BENAR untuk mulai menghasilkan uang dari blog masih sangat terbatas. Tidak sedikit blogger yang terburu nafsu ingin segera menghasilkan uang dari blog sesaat setelah membuat blog pertamanya dan malah hanya mendapatkan kegagalan.

Pilar CTPM adalah strategi yang bisa Anda ikuti untuk menghasilkan uang dari blog dengan BENAR, sejak awal menekuni aktivitas blogging. Strategi monetisasi blog yang digagas oleh Ken Evoy ini bisa Anda terapkan baik ketika Anda baru mulai merencanakan membuat blog, ataupun bagi Anda yang telah memiliki blog dan berniat melakukan monetisasi dari blog Anda.

Pilar CTPM terdiri dari 4 tiang penyangga yang terdiri dari Content (C), Traffic (T), Pre-selling (P) dan Monetization (M). Masing-masing pilar saling bertautan dan berurutan. Anda tidak bisa melakukan monetisasi blog dengan urutan berbeda, misalnya Traffic (T), Content (C), Pre-selling (P), dan Monetization (M) atau Monetization (M), Content (C), Pre-selling (P), dan Traffic (T).

Dengan memahami dan menerapkan strategi Pilar CTPM, Anda bisa melakukan monetisasi blog dengan hasil yang lebih baik dan terukur.

Apa dan bagaimana sebenarnya Pilar CTPM?

Catatan: Artikel yang akan Anda baca ini cukup panjang, kurang lebih 3000 kata. Silahkan bookmark artikel ini untuk menyimpan di komputer Anda.

Pilar CTPM: 4 Langkah TERUJI Menghasilkan Uang Dari Blog (Dengan Benar Sejak Awal) Click to Tweet

Pilar CTPM #1: Content (C)

Pilar CTPM Content

“Content is King”Anonymous.

Apa yang dicari pengguna internet?

Informasi.

Apa yang diinginkan orang ketika menggunakan mesin pencari Google ataupun Yahoo?

Informasi.

Apa yang Anda baca ketika berselancar mengunjungi situs-situs yang ada di internet?

Informasi.

Informasi. Informasi. Informasi. Ya, itulah faktanya. Orang menggunakan internet pertama-tama bukan karena ingin membeli sesuatu, namun lebih karena ingin mendapatkan informasi.

Tepatnya: informasi yang benar-benar mereka butuhkan.

Jika tujuan utama pengguna internet adalah untuk mendapatkan informasi, maka tidak ada cara lain untuk menarik hati calon pembaca blog Anda kecuali dengan memberikan informasi bernilai tinggi dan bermanfaat yang benar-benar dibutuhkan para pembaca blog Anda.

Lalu apa yang harus Anda lakukan?

1. Ubah minat, hobi, keahlian dan bakat Anda menjadi informasi yang dibutuhkan

Setiap orang tahu tentang sesuatu. Begitu pula dengan Anda. Barangkali Anda hobi nonton film. Atau suka membaca buku-buku psikologi populer. Atau barangkali Anda jago desain grafis. Atau suka menggambar komik. Atau bisa jadi Anda memiliki hobi jalan-jalan dan paham benar sudut-sudut kota tempat Anda tinggal. Atau barangkali Anda seorang guru Fisika.

Apapun minat, hobi, keahlian dan bakat yang Anda miliki, Anda bisa mengubahnya menjadi informasi yang bernilai dan bermanfaat bagi pembaca blog Anda.

Bagaimana cara menentukan topik blog Anda?

Untuk menentukan topik yang tepat dan sekaligus menguntungkan, cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

– Apa minat terbesar Anda?
– Apa hobi Anda?
– Apa keahlian Anda?
– Apa bakat Anda?
– Apa topik/pengetahuan yang paling Anda kuasai?
– Berapa banyak peluang untuk unggul dalam topik yang Anda minati?
– Apa keywords yang paling banyak dicari dalam topik yang Anda minati?
– Bagaimana peluang monetisasi yang bisa dilakukan dalam topik yang Anda minati?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, Anda akan menemukan topik yang benar-benar sesuai dengan hasrat dan minat Anda dan sekaligus memiliki potensi memberikan keuntungan melalui monetisasi blog yang nanti akan Anda lakukan.

Lakukan Sekarang:

1. Berhenti sejenak membaca artikel ini (5-10 menit).
2. Ambil selembar kertas dan ballpoint.
3. Jawab satu per satu pertanyaan di atas secara cepat (brainstorming) hingga selesai.
4. Simpan kertas catatan Anda sebagai panduan topik blog Anda.

2. Ciptakan konten yang bernilai tinggi, bermanfaat dan dibutuhkan

Apa yang membuat orang mau dan setia mengunjungi blog Anda?

Konten yang bermanfaat.

Menciptakan konten yang bernilai tinggi dan bermanfaat adalah kunci monetisasi blog melalui Pilar CTPM. Tanpa konten yang benar-benar bermanfaat dan dibutuhkan, Anda tidak akan mendapatkan pengunjung. Tanpa traffic pengunjung, Anda tidak bisa melakukan Pre-selling. Tanpa ada Pre-selling, Monetisasi tidak mungkin dilakukan.

Apakah Anda harus pandai menulis untuk menghasilkan konten yang bermanfaat?

Sama sekali tidak.

Ungkapan “saya tidak pandai menulis” atau “tulisan saya buruk sekali“, bukanlah alasan untuk tidak mampu menghasilkan konten yang bermanfaat.

Satu prinsip yang layak dipegang untuk menulis konten yang bermanfaat adalah: Anda bukanlah Shakespeare. Anda bukan sastrawan. Anda bukan novelis. Anda tidak sedang berusaha membuat takjub pembaca blog Anda dengan kemampuan berbahasa Anda yang indah nan mempesona. Anda sekedar ingin berbagi pengetahuan yang Anda miliki dan benar-benar dibutuhkan pembaca blog Anda.

Cukup. Itu saja.

Yang jauh lebih penting dalam menciptakan konten yang bermanfaat adalah hasrat yang besar untuk berbagi dengan pembaca blog Anda. Gunakanlah gaya pribadi Anda sendiri. Tidak perlu menjadi orang lain. Jadilah diri Anda sendiri. Hasrat yang menyala-nyala untuk berbagi dan cara berbahasa yang hanya menjadi milik Anda sendiri itulah yang justru akan menjadi daya tarik dan citra diri Anda.

Bukan yang lain.

3. Mulai bangun backlink

Apa itu backlink? Secara sederhana, backlink adalah link tautan dari blog lain ke blog Anda. Setidaknya ada tiga cara membangun backlink. Pertama, dengan membuat dummy blog yang bisa kita berikan tautan link satu sama lain. Kedua, dengan melakukan tukar backlink secara langsung kepada blogger lain. Ketiga, dengan menciptakan konten pilar yang bermanfaat dan benar-benar dibutuhkan sehingga membuat blogger lain menautkan link bahkan dengan tanpa diminta.

Cara pertama dan kedua lebih mudah dilakukan, namun ada keterbatasannya. Berapa banyak dummy blog yang bisa kita buat? Pasti ada batasnya. Demikian halnya, tidak semua blogger mau melakukan tukar link. Cara kedua lebih sulit dilakukan namun memiliki potensi membangun backlink yang jauh lebih besar. Namun jika Anda ingin membangun sebuah bisnis jangka panjang dengan blog Anda, cara ketiga jauh lebih menguntungkan.

4. Tulis konten yang memberikan backlink lebih banyak lagi

Apa yang harus Anda lakukan setelah menulis konten yang benar-benar bermanfaat dan dibutuhkan pembaca blog Anda?

Tulis konten lebih banyak lagi.

Dengan menulis lebih banyak konten secara rutin dan kaya dengan keywords yang Anda kuasai, pencari informasi melalui mesin pencari (search engines) akan lebih mudah menemukan blog Anda seiring dengan semakin baiknya posisi SERP (Search Engines Results Page) blog Anda pada mesin pencari.

Ibarat sebuah toko, blog Anda akan lebih banyak menarik pengunjung jika memiliki “barang dagangan” (konten) yang lebih lengkap, berkualitas dan selalu segar (up-to-date). Tentu Anda pun akan malas mendatangi toko yang hanya sedikit menjajakan “barang dagangan” (konten), berkualitas nomor dua dan bahkan sudah basi (jarang di-update).

Jadi, sebagai kesimpulan pilar pertama ini, untuk melakukan monetisasi blog, hal pertama yang perlu Anda pikirkan bukanlah PROGRAM monetisasi apa yang harus saya pilih, melainkan KONTEN seperti apa yang harus saya tulis.

Content first. Monetization later.

Rekomendasi Bacaan:

1. 10 Alasan Kenapa Niche Blogging Lebih Menguntungkan

2. 4 Parameter Blog Yang Bagus dan Harus Anda Kunjungi

3. 6 Langkah Membuat Seri Wawancara Sebagai Artikel Pilar (Studi Kasus Seri Wawancara Blogguebo.com)

4. Kunci Copywriting Untuk Blog Anda


Pilar CTPM #2: Traffic (T)

Pilar CTPM Traffic

Konten adalah raja.

Namun konten bukanlah segala-galanya.

Dalam dunia blogging, konten yang bernilai tinggi dan bermanfaat tidak cukup sebagai ukuran kesuksesan monetisasi blog. Konten yang bagus, bahkan sempurna, tidak dengan serta merta akan menarik pembaca. Apa artinya sebuah blog dengan konten yang bernilai tinggi, bermanfaat dan hebat dalam semua aspeknya namun tidak ada satupun orang yang membacanya?

Kok bisa tidak ada yang membaca?

Bukankah konten yang bernilai tinggi dan bermanfaat PASTI akan dicari dan dibutuhkan orang?

Sayangnya tidak.

Konten yang bagus adalah satu hal, namun bagaimana menarik pengunjung adalah hal yang lain.

Ya, menarik traffic ke blog Anda adalah langkah kedua yang harus Anda lakukan setelah menulis konten yang bagus.

Secara umum, ada dua macam traffic.

Pertama, traffic gratis. Traffic ini sebagian besar berasal dari pengunjung yang datang dari halaman hasil pencarian search engine. Sisanya dari social media, social bookmarking, forum dan lain-lain.

Kedua, traffic berbayar. Traffic ini berasal dari pengunjung yang datang dari iklan Pay-Per-Click (semisal Google Adwords atau Yahoo Publishers Network) atau Facebook Ads yang Anda gunakan untuk mempromosikan blog Anda.

Meskipun Anda tentu bisa melakukan keduanya, namun traffic gratis seharusnya menjadi fokus utama Anda untuk menarik pengunjung. Traffic berbayar barangkali akan memberikan pengunjung ke blog Anda, namun begitu Anda berhenti memasang iklan, maka berhenti pula aliran pengunjung ke blog Anda.

Karena pertimbangan itulah artikel ini hanya akan menyinggung tips bagaimana menarik traffic secara gratis ke blog Anda.

Bagaimana cara menarik traffic gratis ke blog Anda?

1. Daftarkan blog Anda ke mesin pencari

Sepele, namun krusial.

Inilah langkah penting pertama yang harus Anda lakukan untuk menarik traffic gratis ke blog Anda. Untuk mendapatkan traffic gratis dari mesin pencari, blog Anda harus terlebih dahulu terdaftar dan ter-crawled oleh robot mesin pencari. Daftarkanlah setidaknya pada tiga mesin pencari terbesar yakni Google, Yahoo dan MSN.

2. Daftarkan blog Anda ke Blog Directory

Blog Directory adalah situs yang berisikan daftar blog yang disusun berdasarkan topik tertentu. Dengan mendaftarkan blog Anda ke blog directory, selain bisa mendapatkan suntikan pengunjung, Anda akan mendapatkan backlink dari situs blog directory yang kebanyakan memiliki nilai page rank cukup tinggi. Konsekuensinya, dimata mesin pencari blog Anda akan memiliki kualitas yang lebih tinggi pula.

3. Ciptakan lebih banyak konten yang bernilai tinggi

Lebih dari segalanya dan seperti yang telah dibahas pada bagian pertama seri artikel ini (Content), menciptakan konten yang bernilai tinggi adalah syarat mutlak untuk menarik pengunjung ke blog Anda. Tulislah konten yang bermanfaat bagi pembaca blog Anda dan sekaligus lakukan optimasi keywords terfokus yang sesuai dengan topik blog Anda.

Mulailah dengan menulis konten secara rutin dan topikal dengan melakukan optimasi on-page SEO berdasarkan keywords yang Anda bidik. Semakin bagus optimasi on-page yang Anda lakukan, semakin tinggi ranking SERP (Search Engine Results Page) yang Anda dapatkan, dan pada gilirannya semakin besar peluang datangnya pengunjung ke blog Anda.

4. Bangun lebih banyak backlink

Membangun backlink akan meningkatkan nilai off-page search engine optimization (SEO) yang pada gilirannya akan meningkatkan ranking hasil pencarian atau SERP (Search Engine Results Page). Semakin banyak backlink natural atau organik (baca: bukan paid link) yang Anda dapatkan, semakin tinggi SERP blog Anda di mesin pencari. Hasilnya, tentu semakin banyak pengunjung yang datang ke blog Anda.

5. Promosikan blog Anda

Ada banyak cara mempromosikan blog tanpa mengeluarkan uang sedikitpun. Beberapa cara yang bisa Anda coba diantaranya adalah:

– memberikan komentar (tentu bukan spam comment) di blog lain
– mendaftar dan meninggalkan signature blog di forum-forum online
– memanfaatkan layanan RSS Feed, misalnya dari FeedBurner
– memanfaatkan layanan RSS melalui email, misalnya dari FeedBlitz
– memanfaatkan situs social networking semisal Facebook
– mencantumkan signature blog di email pribadi Anda
– memanfaatkan situs social media semacam Wikipedia
– memanfaatkan microblogging seperti Twitter
– memanfaatkan situs social bookmarking semacam Digg, StumbleUpon
– menulis untuk blog lain (guest blogger) dengan menyertakan alamat blog Anda

Selain cara-cara diatas, Anda juga bisa mencoba melakukan promosi blog dengan cara-cara menakjubkan ala guerrilla marketing. Intinya, lakukanlah upaya promosi gratis semaksimal mungkin sebelum memutuskan memilih cara promosi berbayar melalui iklan.

Dengan melakukan langkah-langkah diatas, blog Anda akan dikenal karena kualitas dan kredibilitas, baik oleh mesin pencari maupun oleh pembaca yang merasa mendapatkan manfaat dari blog Anda. Hasil akhirnya, Anda akan menarik pengunjung loyal yang selalu datang dan datang lagi ke blog Anda. Setelah memiliki cukup banyak traffic, langkah berikutnya Anda bisa melakukan Pre-selling (P).

Rekomendasi Bacaan:

1. 10 Tips Mudah Meningkatkan Traffic Pengunjung Blog Anda

2. SEO Untuk Blog Anda: Kunci On-Page dan Off-Page SEO

3. 6 Langkah Sukses Membuat Kontes Untuk Mempromosikan Blog Anda

4. 10 Tips Melakukan Guerrilla Marketing Untuk Mempromosikan Blog Anda

5. 10 Tips Mudah Social Media Optimization (SMO) Untuk Blog Anda

6. 10 Cara Gratis Promosi Blog Melalui Facebook


Pilar CTPM #3: Pre-selling (P)

Pilar CTPM Pre-selling

“Building a business is all about building relationship”Anonymous.

Mana yang Anda pilih: seorang penjual bakso yang melayani Anda dengan senyum bersahabat, sapaan ramah dan sopan saat membawakan pesanan Anda, atau seorang penjual bakso yang cemberut, tanpa senyum dan nyaris seperti robot yang kaku melayani permintaan Anda?

Mana yang Anda pilih: seorang pemilik kios kelontong kecil yang memberikan hadiah sekedar permen untuk adik Anda, menyebut nama Anda ketika melayani dan menanyakan kabar keluarga Anda, atau seorang pemilik kios kelontong yang acuh tak acuh melayani, cemberut dan bermuka masam, dan tidak pernah memberikan hadiah apapun ketika Anda membeli sesuatu?

Saya tidak tahu jawaban Anda, tapi jika saya yang harus menjawabnya, saya akan memilih penjual bakso dan pemilik kios kelontong yang pertama.

Kenapa?

Barangkali bukan karena produk mereka lebih baik. Barangkali juga bukan karena harga mereka lebih murah. Namun lebih karena mereka melayani dengan hati. Mereka melayani dengan kehangatan dan ketulusan yang membuat saya merasa dihargai.

Ringkasnya: mereka berhasil membangun hubungan yang baik dan mendapatkan kepercayaan saya.

Ya, itulah esensi membangun sebuah bisnis: membangun hubungan baik, membangun rasa percaya, respek serta loyal konsumen Anda.

Lalu apa hubungannya pertanyaan diatas dengan Pre-sellingΒ (P) dalam Pilar CTPM ini?

Dalam Pilar CTPM, Pre-selling adalah versi online bagaimana membangun hubungan yang baik dengan mereka yang membutuhkan layanan Anda, dalam hal ini pengunjung blog Anda. Pre-selling adalah tentang memberi yang terbaik kepada pengunjung blog Anda, membangun kepercayaan melalui blog Anda dan menumbuhkan rasa loyal pengunjung blog Anda kepada Anda.

Pre-selling adalah langkah selanjutnya setelah Anda menulis konten yang bernilai tinggi, bermanfaat dan dibutuhkan pembaca blog Anda, serta setelah blog Anda mulai mendapatkan traffic yang cukup banyak.

Dengan melakukan Pre-selling, pada hakekatnya Anda sedang membangun hubungan baik dalam jangka panjang untuk mendapatkan kepercayaan, respek dan loyalitas pengunjung blog Anda. Pre-selling yang berhasil, akan memudahkan Anda melakukan langkah Monetisasi bagi blog Anda.

Setidaknya ada beberapa tips untuk melakukan Pre-selling yang baik dengan blog Anda:

1. Tulislah konten yang benar-benar dibutuhkan pengunjung blog Anda

Dengan memberikan konten yang memenuhi kebutuhan pengunjung blog Anda, Anda membuat pengunjung blog Anda menghargai dan menyukai Anda. Konten yang bagus juga akan mendorong pengunjung blog Anda untuk berpikir tentang Anda sebagai seorang “teman” yang dengan tulus memberikan rekomendasi, alih-alih orang asing yang ingin “menjual” sesuatu kepada mereka.

2. Berikanlah layanan semaksimal mungkin

Menulislah dengan hasrat untuk berbagi dan dengan gaya Anda sendiri. Manfaatkanlah layanan FeedBurner (atau layanan feed gratis lainnya) untuk memberikan pilihan layanan kepada pengunjung blog Anda yang ingin membaca blog Anda melalui RSS Feed Reader ataupun email. Selain itu balaslah komentar dan pertanyaan yang masuk ke blog Anda.

3. Berikanlah bonus kepada pengunjung blog Anda

Tidak ada salahnya memberikan insentif berupa ebook gratis kepada pengunjung blog Anda (seperti yang saya lakukan). Anda juga bisa memberikan sekedar hadiah untuk pengunjung blog yang memberikan komentar terbanyak atau komentar terbaik terhadap suatu posting di blog Anda. Suatu saat, Anda bisa membuat kontes berhadiah yang akan mendorong pengunjung blog Anda untuk lebih terlibat secara interaktif dengan blog Anda.

4. Jangan memaksa pengunjung blog Anda

Ya, jangan memaksa pengunjung blog Anda untuk melakukan sesuatu yang tidak diinginkannya. Jangan memaksa pengunjung Anda untuk mengklik iklan, namun buatlah pengunjung Anda sendiri yang ingin mengklik iklan atau link atau apapun yang Anda pilih sebagai sarana monetisasi blog Anda.

5. Berikan pilihan kepada pengunjung blog Anda

Terakhir, apapun tujuan Anda, selalu berikan pilihan kepada pengunjung blog Anda, bahkan untuk mengatakan tidak atas tawaran Anda. Sadarilah bahwa pasti ada pengunjung blog Anda yang tidak mengklik iklan di blog Anda, atau menolak rekomendasi suatu produk yang Anda berikan. Yakinlah bahwa dengan memberikan pilihan kepada pengunjung blog Anda, pengunjung blog Anda akan semakin menghargai Anda.

Dengan melakukan langkah-langkah diatas, Anda akan mendapatkan kepercayaan, respek dan loyalitas dari pengunjung blog Anda. Hasil akhirnya, Anda akan memiliki sejumlah besar pengunjung blog yang memiliki pola pikir “terbuka untuk menerima rekomendasi” Anda.

Langkah berikutnya, tentu saja Anda akan lebih mudah melakukan tahap terakhir dalam Pilar CTPM yakni Monetization (M).

Rekomendasi Bacaan:

1. 5 Tips Mudah Memikat Hati Pengunjung Blog Anda

2. 7 Cara Mudah Membangun Authority Blog

3. Call to Action: Kunci Rahasia Mengajak Pembaca Blog Untuk Bertindak


Pilar CTPM #4: Monetization (M)

Pilar CTPM Monetization

C-T-P- …. dan akhirnya Monetization (M)

Anda telah membangun dasar konten yang berkualitas dan memberikan manfaat maksimal bagi pengunjung blog Anda (Content). Anda telah memiliki traffic pengunjung setia yang benar-benar membutuhkan blog Anda (Traffic). Anda telah melakukan pre-selling dengan membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata pengunjung blog Anda. Pengunjung blog Anda menyukai Anda (Pre-selling). Sekarang saatnya Anda bisa mengubah aliran traffic pengunjung blog Anda menjadi aliran penghasilan.

Ya, monetisasi untuk blog Anda (Monetization).

Setidaknya ada dua cara monetisasi blog:

1. Monetisasi Langsung

Monetisasi langsung dilakukan dengan menampilkan atau memanfaatkan program-program monetisasi seperti advertising network, paid review, independent advertising ataupun affiliate program. Contoh monetisasi langsung adalah Anda menampilkan iklan Google Adsense di blog Anda, menulis review berbayar dari program paid review semacam GetReviewed, PayPerPost atau SponsoredReviews, atau menulis review tentang sebuah produk affiliasi yang Anda promosikan. Dengan melakukan monetisasi langsung, Anda secara sengaja mempergunakan blog sebagai media untuk mendulang uang dari internet.

2. Monetisasi Tidak Langsung

Monetisasi tidak langsung dilakukan dengan memanfaatkan blog lebih sebagai sarana marketing tools bagi produk ataupun jasa Anda. Bisa jadi Anda memiliki produk-produk digital (bisa berupa ebook atau podcast) atau keahlian tertentu (misalnya desain web dan grafis, copywriting ataupun penerjemahan) yang ingin Anda promosikan melalui blog Anda. Dengan melakukan monetisasi tidak langsung, Anda “hanya” memanfaatkan blog Anda untuk menawarkan produk atau keahlian yang Anda miliki. Anda mendapatkan uang dari produk atau jasa keahlian Anda dan bukan dari blog Anda.

Sementara itu, ada beberapa hal yang setidaknya patut dicermati saat melakukan monetisasi blog:

1. Monetisasi pada saat yang tepat

Menentukan saat yang tepat untuk mulai melakukan monetisasi blog bisa dikatakan gampang-gampang susah. Prinsipnya: hanya Anda sendiri yang tahu kapan saat yang tepat untuk mulai melakukan monetisasi blog Anda. Bukan orang lain. Andalah yang tahu benar berapa jumlah minimum pengunjung blog yang kiranya bisa memberikan penghasilan bagi Anda. Apakah 100 pengunjung per hari? 200 pengunjung? 1000 pengunjung?

Namun demikian ada beberapa parameter yang bisa dipergunakan sebagai acuan kapan saatnya melakukan monetisasi blog diantaranya adalah:

– Jumlah traffic pengunjung
– Pelanggan RSS
– Jumlah komentar
– Jumlah email subscribers
– Alexa Rank
– Page Rank

Dari melihat angka-angka dari parameter diatas, Anda bisa menentukan sendiri apakah sudah tiba waktunya untuk me-monetisasi blog Anda.

2. Diversifikasi program monetisasi

Lagi-lagi ungkapan klise yang sungguh sudah terbukti kebenarannya: “Don’t put all your eggs in one basket.”

Tidak berbeda halnya dengan bisnis online Anda. Di dunia internet pun Anda harus mendiversifikasikan aliran penghasilan Anda. Jangan menyandarkan diri semata-mata pada satu jenis program monetisasi meskipun sudah terbukti memberikan hasil nyata dan maksimal bagi Anda. Ingat, siapa tahu telur Anda pecah. Anda membutuhkan keranjang monetisasi lain untuk menyimpan telur penghasilan Anda.

Jadi, diversifikasikan setidaknya dua atau tiga program monetisasi untuk blog Anda agar aliran penghasilan Anda tetap terjaga.

3. Pilih model dan program monetisasi yang sesuai

Pilihlah model dan program monetisasi yang paling sesuai dengan topik blog Anda dan karakteristik pengunjung blog Anda. Kebanyakan blogger pemula hanya mengikuti strategi monetisasi ala “magazine model.” Seperti namanya (majalah), dengan model monetisasi ini Anda memperlakukan blog Anda layaknya majalah online dengan pilihan program monetisasi utama berupa iklan (terutama Google Adsense). Semakin banyak pengunjung, maka semakin besar peluang orang meng-klik iklan di blog Anda.

Padahal sebenarnya terdapat model monetisasi lain yang layak dicoba, yaitu “expert model.” Seperti namanya (ahli atau pakar), dengan model monetisasi ini Anda memperlakukan blog Anda sebagai rujukan bagi mereka yang mencari informasi yang Anda kuasai. Anda menjadi ahli atau pakar bidang tertentu (misalnya social media marketing). Pilihan program monetisasi bisa berupa produk digital (misalnya ebook tentang social media marketing) atau program affiliasi dalam niche yang sama.

Sekali lagi, jangan memaksakan diri menggunakan apapun jenis program monetisasi.

Usahakanlah memanfaatkan program-program advertising network yang paling sesuai dengan topik dan konten blog Anda.

4. Coba, evaluasi dan coba lagi

Setelah memilih program monetisasi yang Anda anggap sesuai dengan topik dan karakteristik pembaca blog Anda, langkah berikutnya adalah pantau hasilnya. Efektifkah? Maksimalkah?

Jika tidak sesuai harapan, jangan takut untuk mengevaluasi. Lakukan perubahan yang diperlukan (baik perubahan program monetisasi, perubahan cara menggunakan program monetisasi ataupun sekedar perubahan peletakan program monetisasi yang Anda gunakan). Langkah terakhir, coba kembali, dan kali ini dengan lebih baik.

5. Persisten dan sabar

Terakhir, jangan mengharapkan semuanya berjalan mulus tanpa hambatan. Sadarilah bahwa tidak semua program monetisasi akan memberikan hasil seperti yang Anda harapkan. Jangan pernah putus asa. Coba lagi. Dan coba lagi. Persisten dan sabar adalah kuncinya. Semakin Anda persisten dan bersabar, semakin Anda mampu belajar dari kesalahan dan mengoreksinya.

Rekomendasi Bacaan:

1. 15 Cara Menghasilkan Uang Dari Blog Berbahasa Indonesia

2. 7 Tips Menjalankan Program Affiliasi Dengan Blog Pribadi

3. 5 Tips Mudah Melipatgandakan Penghasilan Dari PPC Lokal

4. 5 Cara Non-Konvensional Menghasilkan Uang Dari Blog


Dengan merujuk strategi Pilar CTPM ini, upaya Anda untuk melakukan monetisasi blog akan lebih mudah dan terukur. Ingatlah, tidak ada jalan pintas. Tidak ada “quick money from the internet.”

Jika Anda menaruh perhatian jangka panjang pada bisnis online Anda (ya, perlakukanlah blog Anda sebagai bisnis jangka panjang), pastikan Anda melakukannya dengan cara yang benar sejak awal. Ikuti prinsip-prinsip Pilar CTPM.

Saya pun mengikuti Pilar CTPM.

Image credit: koleksi pribadi

22 Comments

Leave a Reply

Ya, saya mau ebook The SuperBlogger Code: Rahasia 5 Pro-Blogger Dunia Menghasilkan Uang via Blog.


DAPATKAN TIPS dan TUTORIAL BLOGGING via email. bonus ebook eksklusif "The Superblogger code." gratis!